Kamis, 08 Oktober 2009

Suramadu merubah peradaban Masyarakat Madura

Rasanya terlalu mahal jika investasi yang dibenamkan untuk membangun proyek prestisius bernilai Rp. 4,25 Triliun berwujud Jembatan Suramadu ini, jika kedepan hanya dilintasi oleh bus-bus jurusan Surabaya-Sumenep, Malang-Sumenep atau bahkan hanya untuk dilintasi oleh segelintir kendaraan pribadi sebagai obyek wisata. Kalau hanya untuk itu, rasanya tidak perlu ada yang namanya Jembatan Suramadu.

Tapi, Suramadu memang dirancang jauh-jauh dengan matang di era pemerintahan Jawa Timur yang dipimpin oleh Soelarso (almarhum) sebagai Gubernur saat itu, hal ini tertuang dalam MoU yang ditandatangani oleh pihak Konsorsium Jepang dengan PEMPROV JATIM pada tahun 1990, kesepakatan yang tertuang dalam MoU tersebut adalah Jembatan Suramadu akan dibangun mulai tahun 1992 dan diperkirakan selesai tahun 1995.
Namun kenyataannya berbagai kendala, baik teknis maupun non teknis menggagalkan rencana yang telah disusun dengan matang itu, hingga akhirnya Suramadu baru terwujud setelah berganti konsorsium dari China, yang pada bulan Juni 2009 lalu diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang konon peresmian tersebut berbau politis, karena acara peresmian itu digelar beberapa hari menjelang Pemilihan Presiden dan saat itu SBY dalam kapasitas sebagai Presiden incumbent yang mencalonkan lagi.

Terlepas dari berbau politis atau tidak, yang jelas proyek prestisius sepanjang 5,43 kilometer yang menghubungkan pulau Madura dan pulau Jawa ini, telah menjadikan harapan bagi masyarakat Madura khususnya serta masyarakat Jawa Timur pada umumnya, untuk memajukan perekonomian disana, dimana selama ini bukan menjadi rahasia umum, bahwa masyarakat di pulau Madura seakan termarginalkan.
Jembatan Suramadu yang dikerjakan oleh 3500 tenaga kerja Indonesia dibantu beberapa tenaga ahli dari China, diperkirakan akan bertahan hingga satu abad dan diharapkan mampu merevitalisasi kondisi Pulau Madura yang masyarakatnya dikenal sangat agamis, bahkan bukan mustahil jika kedepan, pulau Madura akan menjadi sentra perekonomian di Jawa Timur, dengan didirikannya pusat-pusat industri baru, karena potensi alam disana selama ini belum pernah tersentuh oleh investor.
Namun rupanya rencana masuknya berbagai industri ini justru ditanggapi sisi buruknya, bukan dari sisi positifnya, seperti membuka lapangan kerja baru yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat disana, niat pemerintah untuk merevitalisasi pulau Madura ini, menimbulkan kekahwatiran beberapa tokoh dan ulama disana, akan lunturnya budaya yang tinggi serta masyarakat yang agamis.

Namun bagaimanapun juga, Suramadu sudah membujur dengan kokoh, siap dilintasi oleh berbagai kontainer dan truk-truk besar yang akan lalu lalang seiring dengan berdirinya pusat-pusat industri dan putaran mesin industri tersebut akan berbanding lurus dengan putaran uang yang tentu saja mendongkrak Pendapatan Asli Daerah.

Lalu bagaimana dengan para tokoh masyarakat dan tokoh agama disana, tentang kekhawatiran mereka akan tergerusnya nilai-nilai budaya dan agama, itulah tugas dan peran mereka.

Jumat, 18 Juli 2008

Urus Perpanjangan SIM Semudah Membalik Tangan

Upaya Pencitraan kearah yang lebih positif di jajaran Kepolisian khususnya jajaran POLWIL Malang lebih spesifikasi lagi pada unit Pengurusan Surat Ijin Mengemudi ( SIM ), tampaknya terus digelorakan, diantaranya dengan mengoperasikan satuan unit Mobile SIM, yang dengan jadwal tertentu berkeliling melayani masyarakat, walaupun hal ini juga dan telah dilakukan oleh kota-kota lainnya di Indonesia.

Seperti yang sudah terjadi di beberapa lokasi di Malang, masyarakat yang ingin memperpanjang SIM A dan C, karena telah berakhir masa lakunya, cukup mudah dengan mengurus sendiri melalui layanan SIM via Mobile SIM, disamping itu dapat terhindar dari percaloan.

Untuk menemukan dan mengetahui jadwal dan lokasi Mobile SIM, masyarakat kota Malang dan sekitarnya cukup telepon ke 0341-452690 atau stand by dengan mendengarkan siaran radio dari salah satu Radio Swasta yang cukup ternama di kota Malang, yang selalu menyampaikan hal-hal yang berkaitan dengan layanan publik, dari sinilah kita bisa mendapat informasi jadwal dan lokasi Mobile SIM akan beroperasi.

Melalui telepon itu juga, kita bisa mendapatkan informasi dari petugas operator, tentang syarat yang harus disiapkan untuk pengurusan perpanjangan SIM adalah Foto Copy : KTP dan SIM yang akan diperpanjang sebanyak masing-masing 3 (tiga) lembar.

Begitu dilokasi dan menjumpai Mobile SIM, kita bisa langsung menyerahkan lembaran foto copy tadi kepada petugas yang dengan ramah melayani serta mempersilahkan untuk menunggu panggilan guna menjalani tes kesehatan, yang dilakukan di dalam Mobile SIM tersebut.
Tidak berapa lama ( tergantung peminatnya ), petugas akan memanggil kita untuk menjalani tes kesehatan dimana kita disuruh membaca tulisan ( sama seperti saat kita akan beli kacamata ), setelah selesai dilanjutkan dengan tes menebak angka-angka dalam berbagai macam warna-warni, hal ini untuk menguji apakah kita buta warna atau tidak. Biaya pelaksanaan tes ini hanya Rp. 10.000,- ( Sepuluh ribu rupiah ).

Usai Tes Kesehatan ( Mata ), selanjutnya petugas memberi secarik kertas berwarna kuning, sebagai dasar untuk pembelian Formulir, yang biayanya sebesar Rp. 60.000,- ( Enam puluh ribu rupiah ) ditambah biaya Asuransi sebesar Rp. 17.000,- ( Tujuh belas ribu rupiah ), maka lembar formulir sudah ada ditangan dan harus diisi sesuai identitas kita.

Usai mengisi semuanya, formulir kita serahkan ke petugas pemotretan, sama dengan saat tes kesehatan, kita juga harus menunggu antrean untuk dipanggil. ( lamanya menunggu sangat tergantung dari jumlah peminat )
Begitu dipanggil ternyata disitu tidak hanya difoto, tapi juga dilakukan Tanda Tangan dan Sidik Jari. Setelah selesai, si petugas akan menawarkan kepada kita apakah SIM mau di Laminating atau tidak, jika ya, maka kita harus membayar Rp. 2.000,- ( Dua ribu rupiah ), selesailah SIM baru ( apakah itu A atau C ) sudah ada dalam genggaman tangan kita. Mudah kan !!

Jadi total biaya untuk mengurus SIM A dan C diperlukan biaya sebesar Rp. 168.000 ( Seratus enam puluh delapan ribu rupiah ) sudah termasuk ASURANSI dan Laminating, sedangkan alokasi waktu hanya sekitar 1,5 Jam saja dengan peminat saat itu yang relatif ramai sekitar 40 orang.

Ternyata mengurus Perpanjangan SIM melalui Mobile SIM, benar-benar Cepat, Jujur dan Mudah, semudah membalikkan tangan.

Kamis, 10 Juli 2008

POSKO PSB Online di Balai RW 06 Jodipan Malang Buka Nonstop 24 Jam

Suasana balai RW-06 Jodipan Wetan Malang yang hanya berukuran 2,5 X 7 meter itu tampak tidak seperti biasanya, kalau hari-hari biasa terlihat sepi, tapi selama 3 hari sejak Senin lalu 7 Juli 2008 hingga Rabu tadi malam, selalu terlihat ramai oleh kerumunan masyarakat yang sedang disibukkan oleh pendafataran sekolah negeri ( SMP, SMA dan SMK ).

Seperti yang terekam tadi malam pada pukul 21.30 WIB, sekelompok masyarakat baik orang tua maupun anak-anak dan remaja, terlihat bergerombol “uwel-uwelan” ingin melihat langsung hasil akhir dari PSB Online melalui seperangkat komputer yang disediakan oleh TELKOM Malang, yang tentu saja telah tersambung dengan jaringan internet Speedy dan bisa diakses secara GRATIS.



Namun karena banyaknya masyarakat yang ingin melihat hasil PSB Online itu, sehingga membuat kerepotan para Operator / pemandu, yang direkrut oleh Telkom dari Karang Taruna setempat, yang sebelumnya sudah di drill terlebih dahulu cara pengoperasian Internet.



Karena merasa kewalahan melayani masyarakat yang begitu banyak, akhirnya muncul inisiatif dari para operator itu untuk me-ngeprint hasil PSB Online dan menempelkan ke dinding Balai RW, sehingga masyarakat yang tidak sabaran tadi, bisa langsung melihat dan mencari nama anaknya, begitu juga para operator bisa agak nyantai melayani masyarakat.



Dari pantauan di POSKO Jodipan Malang ini, tak henti-hentinya Ketua RW.06 Jodipan Wetan mewakili warga dan masyarakat, memuji Telkom Malang atas partisipasinya membuka POSKO PSB Online didaerah RW-06 Jodipan Wetan Malang, sekaligus memberdayakan para Remaja dan Karang Taruna setempat untuk ikut berpartisipasi sebagai Operator PSB Online.

SEORANG SATPAM BERANI MEMUKUL POLISI

Seorang ibu setengah baya sedang mengendarai motor
Tiba-tiba di depan kantor Bank BRI dicegat oleh seorang Polisi
“Selamat siang Bu” sapa polisi saat mencegat ibu tadi
“Siang pak, salah saya apa?” kata ibu tadi merasa tidak melanggar
“Kaca spion motor anda cuma satu, ini melanggar” kata polisi meng-ada2

akhirnya terjadi perang mulut antara ibu tadi dan polisi, sehingga membuat
seorang Satpam BRI bernama pak Jo, yang sedang bertugas datang menghampiri
ingin melihat apa yang terjadi sesungguhnya

tapi tiba-tiba tanpa ba..bi..bu.. Pak Jo langsung memukul Polisi tadi
“Plak,… pulang kamu !!” hardik Pak Jo sambil menempeleng pipi polisi tadi

pak polisi pergi begitu saja, dan Pak Jo sang satpam kembali ke pos-nya di seberang
sesampai di Pos, rekan-rekan Pak Jo bertanya sambil keheranan

“Pak Jo, sampeyan kok berani sekali memukul polisi tadi” Tanya temannya tadi
“lha opo wedi karo anake dewe” jawab pak Jo
#$%^&()

Malang Black Out, Pelajar dan Industri Terganggu

Beberapa hari terakhir ini sejak 2 minggu yang lalu, tepatnya sejak tanggal 24 Mei 2008, warga kota Malang dibuat gelisah akibat seringnya terjadi pemadaman listrik secara bergilir oleh pihak PLN, kegelisahan itu semakin menjadi-jadi karena sebagian pelajar dan mahasiswa saat ini sedang menempuh ujian sekolah, sehingga sangat mengganggu persiapan mereka untuk belajar karena tidak adanya penerangan yang memadai.

Uniknya lagi, pemadaman itu tidak bisa diprediksi oleh masyarakat, walaupun terjadi hampir setiap hari, karena pihak PLN tidak mensosialisasikan jadwal maupun lokasi yang akan dilakukan pemadaman, sehingga masyarakat kota Malang, khususnya dari kalangan Industri dan Pengusaha dibuat bingung untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu terjadi pemadaman di wilayahnya.
Puncak dari pemadaman ini, terjadi pada hari Jum’at, 6 Juni 2008 yang lalu, dimana separuh kota Malang termasuk di jantung kota listriknya padam, sehingga seolah-olah kota Malang mengalami Black Out.

Permasalahan ini sempat menjadi topik utama selama beberapa hari di salah satu radio swasta di Malang, yaitu sebuah radio yang setiap harinya membahas masalah layanan umum, namun sayangnya ketika diwawancarai secara ON AIR oleh penyiarnya, Supervisor Distribusi PLN APJ Malang Dwi Tjahyo, mengaku tidak bisa memberikan jadwal giliran dan lokasi pemadaman, dengan alasan bahwa pemadaman bergilir ini bukan sebuah langkah yang direncanakan, namun itu sebagai langkah darurat, akibat adanya defisit daya listrik yang dikarenakan tersendatnya pengiriman BBM.

Begitu juga dengan Santjoko, Assisten Manajer Pemasaran PLN Area Pelayanan Jaringan (APJ) Malang, juga mengatakan belum bisa memastikan kapan pemadaman listrik bergilir ini akan berakhir, sebab sampai hari ini ( 8 Juni 2008 ) pasokan listrik masih di bawah rata-rata, namun meski begitu angka defisitnya sudah tidak sebesar minggu-minggu sebelumnya.

Tidak adanya kesiapan dan kesanggupan pihak PLN untuk mensosialisasikan kepada masyarakat, membuat geram Yayasan Lembaga Konsumen Malang (YLKM). Soemito, ketua YLKM, mengatakan, PLN tidak bisa berbuat sewenang-wenang dengan tidak berupaya memberitahu konsumen-nya, bagaimanapun mereka (PLN) harus mensosialisasikan kepada masyarakat, sehingga masyarakat khususnya Industri dapat mengantisipasi sebelumnya.
"Pokoknya apapun caranya, jika pemadaman ini masih berlanjut, mereka harus membuat pemberitahuan kepada khalayak, tidak bisa dengan seenaknya melakukan pemadaman, karena sebetulnya hal ini bisa direncanakan," demikian kata Soemito setengah geram.